You are currently browsing the daily archive for November 4, 2008.
Djokdjakarta sebuah kota teduh dengan semua hal yang Njawani bertempur syahdu dengan modernisasi. Semua pelaku wisata berteriak-teriak sampe serak kalo jogja bukan malioboro dan keraton masih ada sejuta surga ditawarkan jogja, tapi toh semuanya tidak berarti banyak tetap saja orang yang mau ke jogja ya mau lihat keraton dan jalan-jalan sampe dengkule nglokop di malioboro walaupun tahu kupat di malioboro seporsi 40 ribu perak. Sudah menjadi warisan dan musibah bagi para pelaku wisata dan orang jogja untuk “linggih” bareng mikirin gimana kalo seandainya ada rudalnya osama bin laden mampir di malioboro dan sowan di keraton.
Sebenarnya dinas pariwisata dan dinas-dinas lainnya konon kabarnya sudah gembar-gembor mengangkat potensi desa wisata di seantero jogja yang kononnya lagi ga kalah sama sampieruen di garut. Tapi ya itu ko masih ga ada ato belum ada perubahan, yang salah kita sebagai pelaku wisata ato lagi-lagi sistem yang harus disalahkan? tapi sudahlah tak ada yang perlu disalahkan yang ada cuma habisin waktu dan nambah lama waktu online. Yang paling penting setidaknya kita sadar kalo sebenarnya ada sebuah PR besar bagi kita yang mengaku orang jogja ato yang cinta dan numpang hidup di jogja untuk mengangkat potensi-potensi wisata yang masih “perawan” seperti contohnya desa-desa wisata, agro wisata, dan sebangsanya.
Semoga djokdjakarta benar-benar menjadi never ending asia, tidak cuma jargon semata.
I LUV U FULL DJOGJA!!!
(Padahal di magelang aslinya kupat tahu cuma 5 ribu perak lho!)





Recent Comments